LENSAINDONESIA.COM: Kampanye akbar Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (23/3/2014), penuh sensasi, menarik perhatian publik. Salah satunya, yang unik dan mencolok, aksi pembesut partai berlambang burung garuda, Prabowo Subianto menunggang kuda mirip Bung Karno.
Mantan Danjen Kopassus itu, memasuki stadion diawali menggunakan mobil jeep putih dengan kap terbuka. Dia mengenakan seragam khas Gerindra berwarna putih, celana berwarna coklat, dan sepatu boot coklat. Pria yang dikenal tegas itu mengelilingi stadion, menyapa ribuan simpatisan partai sambil melambaikan tangannya.
Baca juga: Gerindra dukung fatwa MUI pilih caleg berkualitas dan Pelayanan publik tak boleh ditelantarkan di masa kampanye
Setelah berkeliling sekitar 25 menit menggunakan jeep, Prabowo turun dari jeep dan menaiki panggung utama.
Tak lama berada di panggung, Prabowo dijemput kembali dengan sebuah kuda berwarna coklat bak sang pengeran. Diiringi dua petugas dengan dua kuda putih, Prabowo bersama kudanya mengingatkan gaya Bung Karno pada zaman Orde lama, kembali mengelilingi lapangan GBK memeriksa pasukan.
Prabowo selama menunggang kuda dielu-elukan massa. Publik Gerinda terus meneriakkan yel-yel “Hidup Prabowo… Hidup Presiden Prabowo…”
Ketika melakukan orasi, Prabowo membacakan puisi menyindir PDIP terkait perjanjian Batu Tulis 2009, antara dirinya dan Megawati, dan menuding Megawati ingkar janji. Pasalnya, dalam perjanjian poin terakhir Megawati janji Pemilu 2014 siap mendukung Prabowo jadi Presiden, ternyata belakangan Megawati menunjuk Jokowi sebagai Capres PDIP pada Pemilu 2014.
Berikut ini puisi yang dibacakan Prabowo;
Boleh berbohong asal santun
Boleh mencuri asal santun
Boleh korupsi asal santun
Boleh khianat asal santun
Boleh khianat asal santun
Boleh menipu rakyat asal santun
Boleh menjual negeri pada orang lain asal santun
Boleh merampok asal santun
@kiki_budi_hartawan.
0 comments:
Post a Comment