LENSAINDONESIA.COM: Ratusan aktivis lingkungan dari Konsorsium Lingkungan Hidup, Garda Lingkungan Jawa Timur dan mahasiswa menggelar Ruwatan Kali Surabaya supaya tidak dikotori racun limbah pengusaha industri ngawur, yang tidak memikirkan keselamatan masyarakat jangka panjang.
Ruwatan itu dilakukan untuk memperingati “Hari Air Sedunia”, yang jatuh Jumat (21/.03/14). Ruwatan air dipandang sangat krusial, karena air surabaya merupakan sumber air PDAM, yang dikonsumi jutaan masyarakat di kampung-kampung Surabaya.
Baca juga: Relawan La Nyalla Academia tembus radius 2,5 km dari puncak Kelud dan Pemprov kirim 300 ribu masker dan ribuan dus air mineral
Acara digelar dengan serangkaian kegiatan doa bersama, tebar benih ikan, tanam bibit pohon dan grebeg (memunguti) sampah di sungai menggunakan 30 perahu mesin dan karet.
“Peringatan Hari Air Sedunia ini dilakukan melalui aksi nyata selamatkan Kali Surabaya. Tak lupa juga kami doa bersama agar masyarakat dan industri diberikan kesadaran tak lagi buang sampah dan limbah di sungai,” ujar Direktur Konsorsium Lingkungan Hidup, Imam Rochani pada LICOM, beberapa waktu lalu.
Dia menjelaskan, melalui ruwatan tersebut pihaknya sengaja melibatkan aktivis lingkungan dan mahasiswa, seperti ITS, Unair dan Unesa. Hal ini dilakukan agar para generasi muda sadar menjaga kebersihan lingkungan sejak dini.
“Jangan hanya yang tua-tua saja yang peduli lingkungan. Kami berupaya juga menggandeng generasi muda agar dapat menjadi generasi penerus pelestari lingkungan, khususnya menjaga Kali Surabaya dari sampah dan limbah,” tegasnya.
Sementara, untuk benih ikan yang ditebar jenisnya bader dan kutuk sebanyak 10 ribu ekor. Untuk pohon yang ditanam di bantaran Kali Surabaya adalah jenis mangga sebanyak 100 batang ukuran tinggi 1,5 meter.
Dalam acara tersebut juga mengajak masyarakat khususnya yang tinggal dibantaran sungai agar tak lagi membuang sampah di Kali Surabaya dengan cara membentangkan spanduk raksasa. Spanduk ukuran 15×10 meter yang dipasang di pintu air Gunung Sari tersebut bertuliskan “Kali Surabaya Bukan Tempat Buang Sampah dan Limbah”.
Tak hanya lewat spanduk, selama kegiatan grebeg sampah ratusan peserta juga menyampaikan orasi lingkungan dengan pengeras suara dari atas perahu tentang imbauan tak membuang dan mencemari Kali Surabaya. “Kali Surabaya merupakan bahan baku air minum warga Kota Surabaya, sehingga perlu dijaga kondisi dan kelestariannya,” imbuh Imam.
Selain melakukan serangkaian acara yang berkaitan langsung dengan lingkungan. Peringatan Hari Air Sedunia ini juga diperingati dengan menggelar lomba menggambar dan mewarnai untuk siswa SD se-Surabaya. Lomba yang digelar di Rolak Outbound Kids Surabaya diikuti 90 peserta mengambil tema khusus yakni peringatan Hari Air Sedunia.@sarifa
0 comments:
Post a Comment