LENSAINDONESIA.COM: Ratusan keluarga korban pesawat MH370 milik Malaysia Airlines melakukan aksi protes pada pemerintah Malaysia.
Protes itu dilakukan menyusul pengumuman dari Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak yang menyatakan jika pesawat MH370 itu telah jatuh di selatan Samudera Hindia.
Baca juga: Dipastikan jatuh, pencarian Malaysia Airlines MH370 belum berhasil dan Hujan tangis iringi pengumuman akhir pencarian Malaysia Airlines MH370
Puluhan anggota keluarga penumpang pesawat MH370 di Beijing meninggalkan hotel tempat mereka diinapkan dan bergerak menuju Kedutaan Besar Malaysia menuntut negara itu mengungkapkan kebenaran.
Seperti dilaporkan BBC, polisi sempat berusaha menghalangi bus yang membawa keluarga korban pesawat MH370 asal Cina itu tapi kemudian mereka turun dari bus dan berjalan kaki menuju Kedubes Malaysia sambil berteriak, “Maju terus!”
Mereka berjalan dengan membawa spanduk-spanduk bertuliskan “Kami masih menyimpan harapan,” dan “Ibu dan Ayah, tanpa kalian apa yang harus saya lakukan?”
Sementara itu, pasca pernyataan Najib Razak bahwa pesawat MH370 hilang di Samudera Hindia, Wakil Menteri Luar Negeri Cina, Xie Hangsheng mengatakan, upaya pencarian dan penyelamatan tidak bisa dihentikan. “Kami menuntut Malaysia terus melanjutkan pencarian dan penyelamatan,” desaknya.
Pemerintah Cina juga menuntut Malaysia menunjukkan bukti rinci yang menjadi dasar Malaysia membuat kesimpulan tentang pesawat MH370 serta data satelit yang digunakan.
Di sisi lain, warga Malaysia merasa terkejut dengan kabar jatuhnya pesawat MH370. Semua koran di Kuala Lumpur memberitakan jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH370 dalam edisi Selasa (25/03).
Salah satunya, koran Metro dengan judul besar “Pusara di Lautan”, New Straits Times turun dengan judul “Goodnight MH”. Halaman halaman depan berwarna hitam.
Keluarga korban pesawat MH370 yang berada di Malaysia juga menuntut untuk segera diterbangkan ke Perth, Australia guna melihat lokasi jatuhnya pesawat.
Salah seorang keluarga korban yang enggan disebutkan namanya menyesalkan lambatnya tindakan Malaysia. “Jika pemerintah Malaysia langsung bertindak, mungkin ada penumpang yang bisa diselamatkan. Malaysia hanya ingin menutup kasus ini secepat mungkin untuk menghindari tekanan. Mereka tidak menemukan bukti kuat, jadi mereka mengumumkan penerbangan itu berakhir,” gugatnya.@licom/bbc
0 comments:
Post a Comment