LENSAINDONESIA.COM: Boni Hargen sayangkan langkah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang melemparkan isu berbau SARA (Suku, Ras, Agama dan Antar golongan) jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.
Ikut sertanya Joko Widodo (Jokowi) dalam bursa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 tampaknya cukup menguras perhatian banyak kalangan. Tidak hanya soal kemungkinannya dalam memenangkan kursi kepresidenan, bangku kosong Gubernur DKI Jakarta yang siap ditinggalkannya pun tampak cukup menarik dimata sebagian golongan untuk terus diperdebatkan.
Baca juga: GKBM PKS tolak Ahok gantikan Jokowi jadi Gubernur DKI dan Ribuan kader PKS putihkan stadion GBK
Salah satu yang cukup berani untuk langsung menanggapi hal ini adalah Gema Keadilan dan Benteng Muda (GKBM) Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Bukan menyoroti soal pencapresan Jokowi, ormas binaan PKS ini justru terlihat antipati dengan peluang yang dimiliki Basuki Tjahya Purnama (Ahok) untuk menduduki kursi DKI 1 sepeninggal Jokowi. Bagaimana tidak, Reynold Darmansyah selaku ketua bahkan berencana untuk menggalang masa dari sejumlah ormas Islam di Jakarta guna mencegah Ahok duduk sebagai Gubernur Jakarta.
Dasar mereka untuk melakukan hal tersebut adalah survey yang mereka lakukan kepada lebih dari 1500 orang. Dalam hasil survey yang mereka keluarkan, banyak masyarakat yang tidak ingin Ahok duduk sebagai gubernur Jakarta, pasalnya Ahok dinilai terlalu arogan.
Hal ini langsung ditanggapi serius oleh pengamat politik Boni Hargens. Menurutnya, langkah yang dilakukan PKS ini jelas kental dengan isu SARA.
“Ini jelas isu SARA, saya melihat hal ini dilakukan PKS lantaran ketakutan mereka yang sudah tidak memiliki dukungan di Jakarta,” ujar Boni saat dihubungi LICOM Selasa (25/03/14).
“Masalah Ahok ini bukan sekedar masalah Jakarta, tapi ini adalah masalah yang disoroti betul oleh seluruh masyarakat Indonesia. Jadi menurut saya langkah yang diambil PKS dengan melempar isu seperti ini sebelum Pemilu justru menghancurkan kredibilitas mereka sendiri,” tambahnya.
Menurut Boni, langkah yang dilakukan PKS ini bahkan telah menciderai Pancasila sebagai dasar negara.
“Kalau PKS masih mau diterima, sebaiknya PKS hormati dulu Pancasila. Karena Indonesia ini berdiri dengan azaz Pancasila, bukan golongan ataupun agama,” ungkapnya tegas. @muhammadrusjdi
Berikut alasan yang dijadikan landasan Gema Keadilan dan Benteng Muda PKS untuk menolak Ahok sebagai Gubernur Jakarta :
1. Ahok dikenal sebagai pribadi yang belagu, sombong, dan tidak simpatik.
2. Ditakutkan semakin banyak perjudian terhadap lelang jabatan itu akan menciptakan judi jabatan.
3. Budaya Betawi akan diganti dengan budaya liberal dan hidonis.
4. Gaya bahasa kasar dan tidak santun.
5. Tidak berbudaya.
6. Tidak menghormati pendapat lain.
0 comments:
Post a Comment