Tuesday, March 4, 2014

Media gak fair gempur Demokrat, desa tidak termakan isu

Media gak fair gempur Demokrat, desa tidak termakan isu




LENSAINDONESIA.COM: Dede Yusuf, mantan Wakil Gubernur Jawa Barat yang kini menjadi Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Demokrat, menyayangkan gencarnya gempuran media cetak maupun elektronik terhadap Demokrat selama ini.


Sebab, dampaknya diprediksi perolehan suara Partai Demokrat pada Pemilu 2014, secara nasional jika tidak diantisipasi cepat bisa kehilangan suara 50 persen dibanding Pemilu 2009.


Baca juga: Gubernur Aher kantongi tiga pemenang lomba logo&maskot PON-XIX dan Warga Depok dan Bekasi tagih Deddy Mizwar bangunan SMU


“Penurunan suara itu memang disebabkan berbagai hal. Diantaranya, gempuran informasi di berbagai media sebagai faktor utama,” kata Kang Dede, sebutan akrabnya saat dialog “Jalan Lurus Demokrasi” di Hotel Jayakarta Bandung, Selasa (4/3/2014).


Ketua Bapilu di Jawa Barat ini, mengatakan, prediksi itu hasil survei internal Partai Demokrat.


Walaupun kini Partai Demokrat masih terus mendapat gempuran informasi dan serangan dari pihak lain, Dede Yusuf membesarkan hati para kader Golkar khususnya di Jawa Barat, tidak berarti Demokrat bisa hancur. “Saya optimis Partai Demokrat masih dicintai masyarakat,” katanya.


Dede juga berkeyakinan mayoritas masyarakat tidak terpengaruh pemberitaan media terhadap partainya itu. Gempuran informasi hanya berpengaruh terhadap masyarakat perkotaan.


“Masyarakat (orang-orang) pedesaan tidak terlalu terpengaruh isu, beda dengan perkotaan. Informasi memang sangat kuat dirasakan masyarakat kota,” katanya seraya menyebut 60 persen masyarakat tinggal di pedesaan.


Terkait raihan suara di Jawa Barat, kata Dede, tidak ragu menargetkan suara 12 persen dalam Pemilu 2014. Angka tersebut cukup rasional, mengingat partainya itu tetap solid.


Selain kader partai yang tetap fokus bekerja membantu penguatan citra partai, calon anggota legislatif dari Partai Demokrat itu pun melakukan sosialisasi dengan baik dan santun.


Menghadapi massa kampanye yang tinggal beberapa hari lagi, kini Partai Demokrat mempersiapkan Juru Kampanye (Jurkam) yang akan diturunkan baik secara nasional, provinsi maupun daerah.


Partainya mendata Jurkam yang akan diturunkan. Ada sejumlah tokoh nasional, kepala daerah, termasuk peserta konvensi Capres Partai Demokrat. “Pokoknya, Jurkam yang diturunkan nanti adalah orang-orang yang kompeten dan memiliki nilai jual,” jelasnya.


Sejumlah tokoh yang dianggap berpengaruh itu pun akan disebar ke seluruh penjuru nusantara. “Nanti, lokasinya dipilih. Seperti Gubernur Sulut di Indonesia Timur, Anies Baswedan di Pulau Jawa,” pungkasnya. @husein.


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment