Sunday, March 23, 2014

Sanksi ekonomi tak mempan, Amerika Serikat siapkan militer lawan Rusia

Sanksi ekonomi tak mempan, Amerika Serikat siapkan militer lawan Rusia




LENSAINDONESIA.COM: Penerapan sanksi cekal dan pembekuan aset pada beberapa pejabat Rusia yang dilakukan Amerika Serikat terkait perebutan pengaruh dan kekuasaan di Ukraina nampaknya tak cukup ampuh.


Rusia seakan tak merasakan hantaman sedikitpun atas sanksi dari Amerika Serikat itu. Bahkan, Rusia terus menunjukkan kekuatannya di Crimea.


Baca juga: Amerika Serikat Vs Rusia saling cekal pejabat terkait Ukraina dan Perang nuklir Rusia Vs Amerika Serikat di depan mata karena Ukraina


Melihat kondisi ini dan berlindung di balik permintaan bantuan pemerintah sementara Ukraina, Amerika Serikat mulai memertimbangkan opsi agresi militer melawan Rusia.


Opsi agresi militer ini mulai didengungkan oleh para legislator Amerika Serikat. Mereka mendesak pemerintahan Presiden Barack Obama mengirimkan sejumlah pasukan dan peralatan militer ke Ukraina.


Pasukan dan peralatan itu dinilai akan membantu Ukraina menghadapi Rusia yang mulai mengumpulkan tentaranya di perbatasan timur Ukraina.


“Anda dapat memberikan bantuan militer non-tempur yang memungkinkan mereka (Ukraina) membela diri,” kata Ketua Komite Intelijen DPR Amerika Serikat, Mike Rogers seperti dilansir NBC.


Rogers juga mendesak Obama mengirimkan pasokan medis, peralatan radio, dan sistem persenjataan pertahanan. Sebelumnya, wakil penasihat keamanan nasional, Tony Blinken mengatakan, pemerintahan Obama sedang mempertimbangkan setiap permintaan bantuan dari Ukraina, termasuk kemungkinan bantuan militer.


Namun, imbuh Blinken, efektivitas pengiriman bantuan juga menjadi pertimbangan yang tak kalah penting. “(Seperti) fakta bahwa jika bantuan itu dikirim ke Ukraina tetap tak akan mengubah perhitungan Rusia atau mencegah invasi,” bebernya.


Sementara itu, Senator Dick Durbin dari Partai Demokrat asal Illinois mengatakan, pengiriman senjata ke Ukraina tidak boleh dikesampingkan.


Untuk saat ini, ujar dia, bantuan sudah dikirimkan ke Ukraina berupa bahan bakar, peralatan lapangan, dan makanan untuk para tentara Ukraina yang lumpuh selama peralihan kekuasaan di negara itu.


Adapun Senator dari Partai Republik, Kelly Ayote, mengatakan bahwa Ukraina sudah meminta bantuan persenjataan ringan dari NATO.


Menurut dia, Amerika Serikat harus mengirimkan bantuan peralatan komunikasi dan bantuan teknis untuk Ukraina sembari menambah sanksi ekonomi bagi Rusia.


Ayote yang membidangi masalah angkatan bersenjata di Senat menyebut Putin sebagai pengganggu. “Dan pengganggu hanya mengerti ketika kita pukul tepat di hidungnya. Namun, kita perlu melakukannya lewat (cara) ekonomi (karena) itu langkah terkuat kita sekarang,” ujar senator asal New Hampshire ini.


Veteran legislator asal Oklahoma dari Partai Republik, Tom Cole menyarankan Obama agar menekan Rusia dengan melanjutkan pembicaraan pengembangan pertahanan rudal di Eropa Timur.


“Jika Anda benar-benar ingin menarik perhatian mereka… buka kembali negosiasi dengan Polandia dan Cekoslowakia tentang pertahanan anti-rudal balistik. Itu satu kartu yang saya pikir harus kita mainkan untuk benar-benar membangunkan mereka (yang ada) di Moskwa,” kata Cole.@licom/kc


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment