Thursday, March 20, 2014

Subsidi BBM, salah satu penyebab kebocoran uang negara

Subsidi BBM, salah satu penyebab kebocoran uang negara




LENSAINDONESIA.COM: Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prof. Suhardi mengatakan bahwa kebocoran uang negara setiap tahun mencapai Rp. 1000 triliun. “Salah satu sumber kebocoran uang negara adalah subsidi energi. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) tahun 2014,total anggaran untuk subsidi energi adalah sebesar Rp. 282, triliun dengan alokasi subsidi untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar Rp. 210, 7 triliun dan subsidi listrik sebesar Rp 71,4 triliun. Kebocoran uang negara ini diperparah dengan korupsi di berbagai bidang,” ujar Suhardi.


“Subsidi energi sangat membebani keuangan negara, besarnya anggaran untuk subsidi energi terutama BBM sangat timpang dengan anggaran untuk sektor lainnya. Sebagai contoh, anggaran untuk Departemen Perhubungan Umum sebesar Rp 84, 1 triliun sedangkan anggaran Departemen Perhubungan sebesar 40 triliun,” tutur Suhardi.


Baca juga: Gerindra targetkan peningkatan pendapatan per kapita US$ 6.000 dan Gerindra pertanyakan kepada KPU soal surat suara yang rusak


Menurut Suhardi jika sistem dalam penetapan anggaran tidak diperbaiki, maka untuk seterusnya subsidi BBM akan terus membebani keuangan negara, “Pada kenyataanya sekarang negara ini terus mengimpor BBM karena produksi dalam negeri tidak mencukupi. Sumber energi listrik juga sebagian besar masih menggunakan BBM. Perlu ada langkah berani untuk keluar dari masalah ini, yaitu dengan membangun kedaulatan energi,” terang Suhardi.


Salah satu program kerja Gerindra adalah membangun kedaulatan energi dengan membangun 2 juta lahan untuk bahan baku ethanol yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti BBM, Program lainnya adalah membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi dan air dengan kapasitas total 10.000 MW. Pengalihan ke sumber energi alternatif adalah cara yang paling efektif untuk mengatasi permasalahan energi. Pada akhirnya dana subsidi BBM bisa dialihkan ke sektor-sektor lain yang lebih membutuhkan seperti pembangunan infrastruktur, jaminan kesehatan, dan jaminan pendidikan,” tutup Suhardi. @muhammadrusjdi


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment