LENSAINDONESIA.COM: Sebanyak 126 Perwira Pertama (Pama) TNI berpangkat kapten mengikuti Pendidikan Lanjutan Perwira (Diklapa) TNI AL Angkatan XXIII TA. 2014 yang dibuka Wakil Komandan Komando Pengembangan dan Pendidikan Angkatan Laut (Wadan Kobangdikal) Kolonel Marinir Ivan. A.R. Titus, S.H di gedung Martadinata Kesatrian Bumimoro Kobangdikal, Surabaya, Senin (24/03/2014).
Dari jumlah 126 orang tersebut, 118 orang diantaranya berasal dari TNI AL, empat orang dari TNI AD dan empat orang lainya dari TNI AU. Diantara jumlah tersebut, terdapat tiga orang Korps Wanita TNI Angkatan Laut (Kowal) sekaligus menjadi warna Diklapa angkatan ke-23 kali ini.
Baca juga: Letkol Laut (T) Totok Noriyanto Komandan Sebaintelmar Pusdikintelmar
Dari jumlah tersebut, kejuruan Komando Bantuan Tempur (Banpur) menjadi mayoritas dengan 55 orang perwira siswa disusul Komando Tempur (Kopur) dengan 37 orang sedangkan Komando Umum (Koum) hanya dengan 34 orang pasis saja.
Komandan Kobangdikal Laksda TNI Widodo, SE dalam amanat yang dibacakan Wadan Kobangdikal mengatakan bahwa pendidikan yang akan di tempuh selama 5,5 bulan ini bertujuan untuk mendidik, membekali dan memantapkan para perwira TNI AL, agar menjadi pajurit yang berjiwa pejuang sapta marga, memiliki kesamaptaan jasmani yang optimal dan profesional dibidangnya.
“Untuk jurusan Koum dan Banpur output-nya diproyeksikan sebagai kadep di kapal korvet klas Fatahillah, Staf gugus tugas laut dalam operasi laut atau tugas-tugas lain di pendirian darat yang setingkat. Sedangakn untuk jurusan Kopur nantinya dapat ditugaskan sebagai Pasi II Batalyon dan wadanyon Komando pelaksana,’’ terang Pati bintang dua dipundak tersebut.
Untuk mewujudkan TNI AL yang besar dan disegani lanjutnya, tidak bisa dengan retorika belaka, namun diperlukan karya nyata, kesungguhan, kerja keras dan soliditas dari semua komponen, yang salah satunya bidang pendidikan dan pengembangan kemampuan para pengawaknya. Pendidikan ini dibutuhkan untuk membangun integritas pribadi serta penguasaan ilmu dan teknologi kemiliteran.
“Perlu diingat, profesionalitas saja tidaklah cukup, dibutuhkan landasan moralnya kokoh dan kuat, sehingga tidak mudah tergoda atau terbujuk oleh hal-hal negatif yang dapat merusak bahkan menghancurkan nilai-nilai profesionalitas TNI sebagai abdi negara,” jelas orang nomor satu Kobangdikal ini.
Ditambahkannya pula, di tahun 2014 ini output Kobangdikal harus dapat memberikan tampilan terbaik bagi para pengguna, karena para perwira disiapkan untuk menjadi calon-calon pemimpin yang handal, dilandasi wawasan dan cakrawala pandang jauh ke depan.
“Perwira menjadi pilar dan penopang organisasi, sehingga dituntut memiliki pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang semakin matang di dalam menyongsong pengembangan penugasan dimasa mendatang yang lebih dinamis dan berat,” terangnya lagi.
Selain itu, orang nomor satu dijajaran Kobangdikal ini mengingatkan kepada siswa Diklapa untuk tidak main-main dalam menjalankan tugas belajar. Bila didapatinya siswa selama dalam pendidikan tidak sesuia dengan standar pendidikan, atau melakukan pelanggaran disiplin atau pelanggaran hukum, maka akan diambil tindakan tegas untuk mengeluarkan siswa bersangkutan dari pendidikan.
Hadir dalam acara tersebut Komandan Kodikopsla Laksma TNI Sulistiyanto, M.Sc, Inspektur Kobangdikal Kolonel Laut (S) Koesprapto, para Direktur Kobangdikal, Komandan Kodikdukum, Komandan Kodikmar dan pejabat teras kobangdikal lainya.@rofik
0 comments:
Post a Comment