LENSAINDONESIA.COM: Gema Keadilan dan Benteng Muda (GKBM) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mendukung penolakan jika memang nantinya wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) ditunjuk untuk menggantikan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Gubernur.
Ketua Gema Keadilan, Reynold Darmansyah menjelaskan, bentuk penolakan sejatinya datang bukan hanya melalui Gema Keadilan dan Benteng Muda PKS semata, melainkan kehendak sebagian besar warga DKI, berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan oleh Gema Keadilan.
Baca juga: Ribuan kader PKS putihkan stadion GBK dan PKS yakin raih 57 kursi di DPR RI
“Setelah dilakukan survey dengan total 1589 reponden, ternyata menghasilkan pada kesimpulan, sosok Ahok yang memang tidak disukai warga DKI Jakarta,” ujar Reynold Darmansyah, di Gallery Caffe Cikini, Selasa (25/03/14).
Berdasarkan hasil survey, kata Reynold, masyarakat DKI tidak menyukai gaya kepemimpinan Ahok lantaran dikenal sebagai sosok pribadi yang cukup sombong dan tidak simpatik.
“Berdasarkan hasil survey, sosok Ahok dikenal sebagai pribadi yang belagu, sombong, dan tidak simpatik. Itu total pemilih sampai 24 persen. Lalu gaya kepemimpinannya yang kasar dan tidak santun sebesar 23 persen,” beber Reynold.
Adanya penolakan Ahok untuk menduduki jabatan sebagai Gubernur, lanjut Reynold, semata-mata terkait dengan gaya kepemimpinan Ahok, dan bukan terkait etnis apalagi ideologi. Hal itu dikatakan Renold melihat berdasarkan hasil kinerja Ahok selama ini bersama Jokowi sebagai wagub yang terkenal arogan.
“Kita khawatir nantinya akan semakin banyak perjudian terhadap lelang jabatan. Lelang itu justru akan menciptakan perjudian dalam jabatan,” ujarnya.
Meski memahami akan aturan perundang-undangan yang menuntun bahwa jika sang gubernur meninggalkan jabatan maka yang akan maju menggantikan adalah wakilnya, menyikapi itu, Reynold mengaku akan menggalang kekuatan lebih besar lagi dengan mengajak seluruh ormas dan pemuda untuk mendesak DPP PKS untuk ikut dan turun bergerak. Minimal akan mendesak untuk dilakukan judicial review.
“Kita akan menggalang kekuatan sampai benar Ahok tidak akan menjadi Gubernur. Kita akan membawa ini ke DPP PKS dan mendesak DPP PKS untuk bisa menvisualisasikan keinginan kami. Kita juga akan melakukan penggalangan kekuatan massa, ormas dan tokoh nasional,” pungkasnya.
Disisi lain, pengamat politik Boni Hargens berpendapat, Isu yang dihembuskan oleh ormas sayap PKS itu merupakan isu sara.
“Itu jelas isu sara. Bila PKS masih ingin diterima oleh masyarakat, PKS harus hormati Pancasila. Karena didalam Pancasila itu kita harus saling menghormati semua suku dan agama,” tegasnya kepada lensaindonesia.com saat dihubungi melalui telepon. @kiki_budi_hartawan
0 comments:
Post a Comment