Monday, March 24, 2014

Jokowi dan Prabowo kecil kemungkinan bisa kerjasama

Jokowi dan Prabowo kecil kemungkinan bisa kerjasama




LENSAINDONESIA.COM: Guru Besar Psikologi Politik Universitas Indonesia (UI), Hamdi Muluk menilai tokoh-tokoh Capres maupun partai-partai politik peserta Pemilu 2014, masih memiliki kemungkinan saling bergabung pasca Pemilu 9 April nanti.


Seperti Partai Golkar yang mendukung Aburizal Bakrie (ARB) sebagai Capres, misalnya, juga belum bisa dipastikan kekuatan kubu baru.


Baca juga: Ini puisi Prabowo sindir Megawati berkhianat asal santun dan Jawa Timur ajukan tokoh muslimat Khofifah dampingi Jokowi


“Karena Golkar itu partai yang all season. Kalau dia mau panen (jabatan), ya artinya harus berpeluang

(gabung) dengan yang menang,” kata Hamdi Muluk di Perpustakaan MPR, Jakarta, Senin (24/3/14).


Selain itu, Hamdi juga menyoroti keberanian Prabowo maju melawan Jokowi. Dia meminta agar Ketua Dewan Pembina Gerindra itu memperhitungkan skenario terburuk.


“Kalau Gerindra nggak dapat 20 persen, lalu tak ada yang mau koalisi dengan dia (Prabowo). Ya, ada kemungkian jokowi bakal lawan kotak kosong. Itu di mana semua merapat ke Jokowi, ini hipotesis tapi bisa terjadi,” tandas Hamdi Muluk.


Dia pun memprediksi pada pemilihan presiden mendatang, hanya ada dua kubu yang akan bertarung, yakni kubu Joko Widodo atau Jokowi dan kubu Prabowo Subianto. Prediksi tersebut berdasarkan pola relasi dengan melihat sentimen antar tokoh.


“Ada pola relasi sentimennya, ada plus dan minusnya. Hari ini, Prabowo sudah menyerang, tapi tidak sebut nama, sepertinya Jokowi yang diserang. Jokowi-Prabowo sudah minus, kecil kemungkinan mereka akan kerjasama,” pungkas Hamdi.


Diketahui, Prabowo saat kampanye akbar Partai Gerindra di Gelora Bung Karno, Jakarta, berorasi puisi menyinggung masalah berkhianat dan politik santun. Prabowo memang tidak menyebut gablang Megawati dan Jokowi. Tapi, publik paham pusisi itu menyiratkan Prabowo protes Megawati soal perjanjian “Batu Tulis” yang di antara poinnya menyebut Megawati mendukung Prabowo nyapres pada Pemilu 2014. Begitu pula tentang politik santun yang selalu disinggung Capres Jokowi dalam setiap kampanye PDI Perjuangan. @endang


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment