LENSAINDONESIA.COM: Dampak dari gebarakan PDIP mengumumkan susunan kabinet bayangan yang berisikan nama-nama berasal dari kadernya sendiri, diamati Nurjaman Center For Indonesian Democracy (NCID). NCID menelisik adanya reaksi, dan menyimpulkan jika kabinet salah pilih kader justru pemilih kabur.
Direktur Eksekutif Nurjaman Center For Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman mengakui, PDIP merupakan partai yang pandai memanfaatkan stiuasi untuk tetap menjaga elektabilitasnya tetap tinggi. Kini, nama Bung Karno tidak lagi dijadikan nilai jual, sebaliknya memanfaatkan beberapa nama kadernya yang menjadi media darling.
Baca juga: PDIP munculkan kabinet bayangan, tidak sebut nama Presiden & Wapres dan Pengamat: PDIP bentuk kabinet bayangan itu langkah yang maju
Susunan kabinet bayangan versi PDIP, kata Nurjaman, hanyalah skenario menaikan nama PDIP. Pasalnya, ketika juru kampanye andalanya di serang kabar negatif, PDIP mencoba mengeluarkan isu meluncurkan susunan kabinet bayangan untuk meredam isu.
“Tampaknya PDIP sudah pede akan mengulang kemenangan Demokrat pada pemilu 2009 lalu dengan memenangkan Pileg dan Pilpres”, kata Jajat.
Jajat berpandangan, sebagai partai besar dan digadang menjadi pemenang Pemilu 2014, sebaiknya PDIP tidak salah dalam menunjuk kadernya untuk ditempatkan dalam satu jabatan tertentu. Pasalnya, kemenangan Pemilu tidak berarti jika jabatan dalam kabinet berisikan orang yang tidak kompeten dibidangnya, karena tidak akan memberikan perubahan berarti bagi masyarakat.
“Pemilu 2014 merupakan ajang pemilu yang tidak biasa, karena tidak ada calon incumbent. Hal ini memberikan peluang kepada semua pihak untuk mendapatkan suara yang sebanyak-banyaknya, sehingga kemungkinan untuk menjadi pemenang sangat terbuka bagi semua Parpol peserta”, pungas Jajat. @ pr
0 comments:
Post a Comment