Thursday, November 6, 2014

Abraham Samad minta waktu beberkan rekam jejak Menteri BUMN Rini

Abraham Samad minta waktu beberkan rekam jejak Menteri BUMN Rini




LENSAINDONESIA.COM: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad membantah keras bila dirinya diisukan pernah berjanji akan mengungkapkan nama-nama calon menteri Presiden Jokowi yang mendapat rapor merah.


“Saya enggak pernah janji loh, dua hari (mengumumkan calon menteri dapat rapor merah),” katanya saat datang di Balai Kota, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (6/11/2014).


Baca juga: Menteri Rini diminta jangan biarkan BUMN "digerogoti" elit politik


Mantan pengacara asal Makassar ini mengatakan, dirinya tak akan mungkin mengumbar nama-nama calon menteri bermasalah yang sebelumnya disetor Presiden Jokowi.


“Saya terikat kode etik untuk tidak menyampaikan,” dalihnya enggan membocorkan, meski mengetahui siapa saja mereka.


Alasan kedua Samad enggan mengungkapkannya ke publik, karena kasus yang menjerat nama-nama tersebut telah masuk ke ranah penegakan hukum yang butuh penyelidikan lebih mendalam. “Jadi, saya enggak bisa menyampaikan secara transparan.”


“Jadi artinya, ada menteri rapor merah yang masuk? Wallahualam bisawab,” imbuh dia.


Sebelumnya, Ketua KPK ini saat usai pelantikan Sekretaris Jenderal KPK di kantornya, 27 Oktober lalu, dia mengatakan, ada sekitar 80 nama yang disetor Jokowi kepada komisi antirasuah yang dipimpinnya.


Dari 80 nama itu, kata Samad, ada nama-nama yang mendapat catatan dengan tanda merah dan kuning. Adapula yang tak beri catatan, karena diduga belum terlibat kasus tindak pidana korupsi.


Meski demikian, kata dia, tak ada garansi nama-nama yang tidak mendapat rapor merah dan kuning tersebut bebas dari dugaan kasus korupsi. “Karena untuk melihat orang itu baik atau tidak, kita harus melihat nanti. Kan ada orang yang tidak tahan godaan,” jelas Samad.


Lalu, saat disinggung seputar rekam jejak Menteri BUMN Rini Soemarno, yang belakangan terus menjadi polemik terkait kasus-kasus saat dirinya menjadi Meteri era Presiden Megawati, seperti pelolosan BLBI.


“Saya tidak ingat. Saya kan tidak boleh menerka-nerka. Makanya, saya harus lihat dulu. Berikan saya waktu satu atau dua hari lagi,” janjinya. @fatah_sidiq


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment