Sunday, November 9, 2014

Alamat ‘gelap’, jenazah suami-isteri asal Jember masih di RS Malaysia

Alamat ‘gelap’, jenazah suami-isteri asal Jember masih di RS Malaysia




LENSAINDONESIA.COM: Dua jenazah dari tiga TKI korban banjir dan tanah longsor di Cameron Highlands, Malaysia asal Jember, Jawa Timur, masih ditampung di kamar mayat Rumah Sakit Cameron Highlands. Sampai Minggu (9/11/14), korban belum diterbangkan ke kota asal, karena belum diketahui pasti alamatnya di Jember.


Seorang korban lainnya, Hanipan asal Surabaya, Jawa Timur sudah dipulangkan lebih dulu, Sabtu sore (8/11/14). Jenazah korban dipulangkan ke Surabaya melalui Jakarta. Keterangan dari KBRI Kuala Lumpur, istri Hanipar yang selamat dari bencana, yaitu Sunami untuk sementara ditampung di KBRI Kuala Lumpur menunggu pengurusan exit permit karena yang bersangkutan tidak memiliki izin tinggal yang sah (undocumented)


Baca juga: Layanan Delima Remittance Telkom sambangi Malaysia dan Perbaiki nasib TKI, Jokowi stop angkat Menaker KKN mafia bisnis buruh


Dua jenazah korban asal Jember itu diketahui suami istri, atas nama Suwalis dan Yunita. Proses pemulangan kedua jenazah ini akan dilakukan secepatnya, setelah alamatnya diketahui.


Dari laporan staf KBRI Kuala Lumpur yang berada di lokasi bencana, tidak ditemukan adanya WNI lain yang menjadi korban. Pengecekan di lokasi penampungan pengungsi juga tidak ditemukan ada korban lagi yang berasal dari Indonesia.


Duta Besar RI untuk Malaysia, Herman Prayitno, menginstruksikan staf KBRI yang berada di lokasi bencana untuk melakukan pendataan sekiranya ada WNI yang memerlukan bantuan. Dubes Herman juga menghimbau agar seluruh WNI terus waspada dan menjauh dari daerah yang rawan banjir dan tanah longsor mengingat cuaca yang tidak menentu berpotensi menimbulkan bencana susulan.


Sebagaimana diketahui, bencana banjir dan tanah longsor di Cameron yang terjadi Rabu malam (5/11/14) diakibatkan meluapnya waduk (dam) Sultan Abu Bakar, akibat curah hujan yang tinggi. Sejauh ini bencana itu menelan 5 korban jiwa, dan kerusakan sejumlah rumah dan properti. WNI yang bekerja Cameron Highlands banyak tinggal di bedeng-bedang pinggir sungai yang rawan terkena bencana banjir. @licom


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment