LENSAINDONESIA.COM: Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo mengatakan, pihaknya akan segera melantik Basuki Tjahja Purnama (Ahok) sebagai gubernur DKI Jakarta. Ini karena warga Jakarta gemas menghadapi situasi politik di DPRD DKI Jakarta, yang mengulur-ulur dan menggantung status Ahok menjadi Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI sejak Joko Widodo (Jokowi) dilantik sebagai presiden pada 20 Oktober lalu.
“Kami akan bikin secepatnya (pelantikan). Ini (Ahok) lantik dulu. Karena kalau (jadi) Plt terlalu lama, ini akan mengganggu proses pemerintahan di DKI,” kata Mendagri dengan nada gemas, saat ditemui di Istana Presiden, Jakarta, Jumat (7/11/2014).
Baca juga: Dicurigai ganjal pelantikan Ahok, demo ribuan buruh soal UMP Jakarta dan Temui Fadli Zon, ormas Islam akan gulingan Ahok bulan depan
“Jadi, ini harus cepat, karena Plt gubernur itu kewenangannya terbatas. Ini akan menggangu semua kompleksitas masalah,” tegas Tjahjo Kumolo. Jika janji Mendagri jadi dilaksanakan, belum diketahui pasti pelantikan akan dilakukan dimana, karena Tjahjo tidak menyinggung ini. Namun, sesuai ucapan Presiden Jokowi sebelum dilantik, juga pengakuan Ahok, bahwa pelantikan akan dilakukan di Istana, sangat mungkin hal itu jadi kenyataan.
Salah satu masalah yang akan berlarut-larut jika Ahok tak segera dilantik sebagai gubernur DKI, kata Tjahjo, adalah pegawai negeri sipil (PNS) Jakarta eselon III terhambat menyerahkan laporan harta kekayaannya (LHKPN) tahap dua ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kemudian, menyangkut perubahan gaji dan fasilitas kepada pejabat ibu kota.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu juga menegaskan, agar pelantikan tersebut dapat segera dilakukan, Kemendagri telah menemui Ahok dan Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi.
Selain mendatangi eksekutif dan legislatif Jakarta, ungkap Tjahjo, Kemendagri juga akan mencoba menyelesaikan silang pendapat yang ada di fraksi-fraksi di DPRD.
“Kami hargai adanya usulan-usulan dari fraksi-fraksi yang ada. Tapi, kami akan menyiapkan PP (Peraturan Pemerintah)-nya, agar ada kejelasan, maunya Pak Ahok apa, DPRD itu apa, Parpol itu apa. Itu kan harus patuh,” paparnya. @fatah_sidik
0 comments:
Post a Comment