Saturday, November 8, 2014

Kajari Ponorogo siap lanjutkan kasus SKPD

Kajari Ponorogo siap lanjutkan kasus SKPD




LENSAINDONESIA: Kasus korupsi yang melibatkan beberapa Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Kabupaten Ponorogo masih terus berlanjut. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ponorogo, Sucipto berjanji akan terus mengusut tuntas hingga ke akar -akarnya.


Pihaknya mengaku merasa tertantang karena melibatkan banyak pegawai pemerintahan. Tak hanya itu, dukungan dari berbagai elemem masyarakat agar kasus ini segera ditindaklanjuti membuat satuan korp baju coklat semakin bernyali.


Baca juga: Kejari Ponorogo sita barang bukti korupsi alat sekolah dan Pulang haji, Kadisperta Ponorogo dipanggil Kejaksaan


“Kasus selama 2009 nanti akan kita buka lagi. Saya tidak menyalahkan Kajari yang lama, kalau memang ada alat bukti lengakp tentunya tidak bisa begitu saja ditutup. Kalaupun ada SP 3 (Surat Pemberitahuan Pemberhentian Penyidikan) harus ada bukti. Kita ndak mau muluk-muluk, kita lihat saja kalau ada bukti mengalir pasti terungkap,” terang Sucipto.


Sementara itu, terkait penanganan kasus dugaan korupsi yang tengah membelit tiga Satuan Kerja (Satker) yaitu Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, dan Bagian Humas dan

Protokol Pemkab, Kajari berjanji akan menuntaskannya hingga ke meja hijau. Bahkan pihaknya mengaku tidak takut mengungkap kasus itu, mulai tingkat paling bawah hingga ke paling atas


“Insyaallah kasus korupsi yang melibatkan tiga Satker itu akan kita usut dari bawah hingga atas tidak ada tebang pilih. Kalau ada yang terlibat mulai paling bawah hingga paling atas mulai wabup, bupati, sekda akan saya seret ke ranah hukum,” tegasnya.


Terkait bersih-bersih pada tingkat internal dan kemunkinan ada oknum Jaksa “nakal”, Sucipto berjanji akan menindak dengan tegas. Termasuk jika pihaknya melakukan kesalahan dan pelanggaran juga layak disangsi. Hal ini dikarenakan menurutnya, masyarakat berhak mengawasi kinerja penegak hukum dan melaporkannya kepada pengawas di Kejati.


“Kalau memang ada jaksa nakal yang berhak menilai adalah Kejati. Kita siap untuk memprosesnya, gak papa itu konsekuensi. Bagi kita ndak masalah masyarakat yang menilai apakah saya bajingan atau nakal, kalian yang tahu,” pungkasnya.@Arso***


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment