LENSAINDONESIA.COM: Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyatakan, Indonesia sudah siap bersaing dalam menjaring wisatawan saat mengahadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.
Menurut Arief, salah satu upaya menhadapi MEA adalah mendirikan Markplus Center for Tourism and Hospitality Bali
Baca juga: Pelaku wisata berharap Menteri Arief Yahya benahi infrastruktur dan Pemprov Jatim segera lakukan standarisasi SMK
“Bangsa Indonesia sudah siap untuk menghadapi MEA 2015,” katanya di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (08/11/2014).
Ia mengatakan pendirian Markplus di Pulau Dewata itu karena Pulau Dewata merupakan gerbang pariwisata di Indonesia.
“Wajar kalau itu kita dirikan di Bali, bahkan berbagai kegiatan berskala internasional lebih mengutamakan tempat di Pulau Dewata,” ucapnya.
Menpar Arief meyakinkan bahwa hal tersebut merupakan upaya menciptakan wadah sebagai pusat pengembangan bisnis, khusus untuk industri pariwisata dan hospitaliti yang berfokus pada peningkatan kapabilitas sumber daya manusia (SDM), pendalaman industri melalui penelitian yang konprehensif.
Arief lebih lanjut mengatakan bahwa saat MEA 2015 sudah tentu hampir semua peta perindustrian termasuk pariwisata akan berubah.
“Kita harus siap dan berani menghadapi tantangan era globalisasi, karena butuh keyakinan dan kerja keras,” ucapnya.
Sementara itu, Hermawan Kartajaya, Founder and Ceo Markplus, Inc menyebutkan bahwa dengan adanya Markplus Center for Tourism and Hospitality diharapkan pemain industri pariwisata di Indonesia dapat melakukan pemasaran lebih luas.
“Kita harus mampu tampil dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas pariwisata, serta hospitality secara nasional,” katanya.
Sebelumnya, Merpar Arief pada Jumat (07/11/2014) malam membuka 100 tahun Tarian Gong Kebyar Duduk di Ubud, Kabupaten Gianyar.@ridwan_LICOM/ant
0 comments:
Post a Comment