LENSAINDONESIA.COM: Prof. Rhenald Kasali, praktisi bisnis yang juga guru besar UI, menilai CEO Astra, Prijono Sugiarto adalah entrepreneurial leader yang cemerlang. Meski latar belakang teknik membentuk dirinya.
“Prijono Sugiarto adalah CEO strategic yang jeli dan tangkas dalam melihat dan mengurai masalah, sambil berfokus pada pengembangan mutu sumber daya manusia,” kata Renald Kasali ketika diminta tanggapannya.
Baca juga: Gubernur BI: Prijono Sugiarto salah satu eksekutif terbaik Indonesia dan Dinobatkan ABLA, Presdir Astra akui berkat dukungan 218.127 karyawan
Menurut kandidat Rektor UI ini, Astra di bawah kepemimpinan Prijono berhasil mengarungi Indonesia dalam masa-masa yang bagi sebagian besar CEO, dalam tahap pancaroba global dan nasional yang bisa melemahkan daya tahan sebuah bisnis.
“Mungkin inilah salah satu kekuatan dalam penilaian tersebut,” demikian Renald Kasali terkait penghargaan yang diterima Prijono Sugiarto sebagai CEO terbaik versi ABLA di Singapura, di atara 1000 CEO internaisonal yang diseleksi lembaga penyelenggara ABLA.
Kinerja Lima Tahun
Dengan berlandaskan Strategic Triple P Roadmap, dalam lima tahun pertama, Prijono Sugiarto mampu membawa Astra mencapai kinerja signifikan di tengah masa pemulihan perekonomian dunia dari krisis finansial. Pendapatan bersih Astra tercatat meningkat tajam 96,78% menjadi Rp 193,88 triliun pada akhir 2013 dari Rp 98,53 triliun pada akhir 2009.
Sejalan dengan itu, laba bersih Astra melonjak 93,39% menjadi Rp 19,42 triliun dari Rp 10,04 triliun. Alhasil, harga saham Astra turut meroket 103,17% menjadi Rp 7.050 (per 30 September 2014) dari Rp 3.470 pada tahun 2009.
Tidak hanya dari sisi kinerja keuangan saja, Prijono Sugiarto juga meluaskan bisnis Astra, terbukti dari perusahaan yang pada tahun 2009 berjumlah 154 perusahaan bertambah menjadi 183 perusahaan pada 2014.
Hal tersebut berdampak positif pula pada pertumbuhan jumlah karyawan sebesar 72,16% menjadi 218.127 orang pada tahun 2014, dari 126.700 orang pada 2009. Ini sejalan dengan cita-cita pendiri Astra, William Soeryadjaya bahwa beliau ingin Astra jadi pohon besar tempat berkarya banyak orang. “Saya ingin Astra menjadi tempat berteduh di kala hujan dan panas,” ungkapan William Soeryadjaya yang sering diulang-ulang di depan para karyawan.
Keberhasilan kinerja Astra juga ditopang oleh budaya inovasi yang telah mengakar di Astra sejak 30 tahun lalu. Pada akhir tahun 2013, jumlah inovasi yang masuk dalam kategori Suggestion System (Sistem Saran-SS) pada InnovAstra (semacam lomba inovasi di Grup Astra) mencapai 673.027 sistem saran dari 442.358 pada tahun 2009.
“Inovasi adalah salah satu kunci untuk menghantarkan Astra ke tingkat yang lebih tinggi. Untuk itulah kami selalu menerapkannya dalam 30 tahun terakhir dengan penuh antusias,” ungkap Prijono Sugiarto. @rls
0 comments:
Post a Comment