LENSAINDONESIA.COM: Presiden Direktur (Presdir) PT Astra International Tbk (Astra) Prijono Sugiarto mengukir prestasi membanggakan sebagai CEO Indonesia di mata internasional. Ia menerima Asia Business Leader of The Year Award 2014 di Singapura, Kamis lalu (6/11/14). Ia menjadi Chief Executive Officer (CEO) pertama dari Indonesia yang dianugerahi ABLA sejak program tersebut pertama dilaksanakan 13 tahun lalu pada tahun 2001.
Prestasi menggembirakan yang dicapai PT Astra di era Prijono Sugiarto adalah dari sisi portofolio setiap lini bisnis. Keunggulan berinovasi salah satunya dikukuhkan melalui Astra Toyota Agya dan Astra Daihatsu Ayla yang merupakan dua mobil yang masuk dalam kategori Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Bahan Bakar & Harga Terjangkau.
Baca juga: Presdir Astra Prijono terpilih Asia Business Leader of The Year Award dan Pemerintah beri penghargaan Toyota Eco Youth ke-8 konsen lingkungan
Kedua mobil tersebut didesain oleh salah satu putra terbaik Astra bernama Mark Wijaya yang telah berhasil dalam kompetisi global yang diikuti oleh desainer Italia, Prancis dan Jepang. Selain itu, kedua mobil ini juga telah memiliki 86% konten lokal, suatu angka tertinggi dalam produksi mobil di Indonesia. Proses inovasi di bidang otomotif juga semakin terbuka lebar dengan dibukanya pusat riset dan pengembangan (R&D) Astra Daihatsu Motor di Karawang, Jawa Barat.
Kontribusi otomotif Astra tidak hanya untuk pasar domestik saja, tapi juga pasar ekspor. Jumlah ekspor mobil CBU Astra (Toyota dan Daihatsu) mencapai 77% dari total ekspor mobil Indonesia, sedangkan mobil CKD Astra (Toyota) mencapai 85%. Mobil-mobil Astra tersebut diekspor ke 72 negara, termasuk Jepang yang terkenal dengan kualitas kontrol ketat. Langkah ini adalah devisa bagi Indonesia.
Di luar bisnis otomotif, Astra terus mengembangkan usahanya. Dalam lini jasa keuangan, alat berat dan pertambangan, agribisnis, infrastruktur dan logistik serta teknologi informasi, Astra senantiasa mencapai yang terbaik, setidaknya menduduki posisi tiga besar di pasar.
Dalam pengembangan sumber daya manusia, melalui panduan People Roadmap, sistem ke-HRD-an Astra menjadi semakin jelas dan terstruktur dengan pengelolaan bakat yang berkesinambungan. Keberhasilan dalam implementasi konsep Human Asset Value juga telah membantu Astra dalam mempertahankan bakat-bakat yang unggul.
Investasi di bidang pendidikan dan pelatihan terus menjadi salah satu prioritas utama, termasuk berbagai program eksekutif dan manajerial yang dijalankan oleh Astra Management and Development Institute (AMDI) untuk menunjang regenerasi kepemimpinan yang berkelanjutan serta program spesialis yang sedang dirancang untuk menstimulasi lahirnya top performers di tingkat operasional.
Dalam pelaksanaan Public Contribution Roadmap, Astra berprinsip bahwa di manapun instalasi Astra berada harus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Konstribusi sosial Astra disalurkan dalam empat pilar yaitu Pendidikan, Lingkungan, Usaha Kecil & Menengah (UKM) dan Kesehatan.
Di bidang pendidikan, Astra telah membantu pendidikan anak-anak Indonesia dengan menyalurkan 159.620 paket beasiswa, melakukan pembinaan hardware, brainware dan software untuk 13.262 sekolah dan 26.721 guru, serta mendirikan 20 Rumah Pintar di sembilan provinsi di Indonesia.
Di bidang lingkungan, Astra telah menanam 2.763.924 pohon dalam program penghijauan. Di lingkup UKM, program difokuskan pada pembangunan kemandirian masyarakat untuk menggerakkan perekonomian lokal, yaitu para pelaku usaha kecil di sekitar Astra dan pemasok Astra. Ada 627 kelompok Income Generating Activities (IGA) yang telah dibina, 32.162 orang yang telah menerima program, 8.531 UMKM yang telah dibina melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dan pembinaan terhadap 73 koperasi.
Sementara itu, di bidang kesehatan Astra fokus pada kesehatan ibu dan anak, bekerjasama dengan masyarakat. Ada 53.462 pasien yang telah mendapat bantuan kesehatan melalui Mobil Kesehatan Astra (MOKESA) dan terdapat 779 Posyandu yang telah dibina.
Ketika ditanya seusai penobatan CEO Asia 2014 tersebut, Prijono Sugiarto mengatakan: “Penghargaan Asia Business Leader of The Year Award ini adalah hasil kerja keras dari seluruh karyawan Grup Astra yang berjumlah 218.127 orang dalam membantu saya mencapai tujuan yang sama. Ini akan menjadi cambuk bagi saya agar terus berusaha mencapai yang terbaik sebagai nakhoda untuk menghadapi gejolak samudera bisnis ke depan.”
Semua komponen kinerja, seperti keuangan, sumber daya manusia, inovasi dan tanggung jawab sosial di atas merupakan elemen penting bagi kelangsungan bisnis perusahaan yang dikelola CEO. “Bagi kami tim juri, itulah elemen penting dalam menentukan seorang CEO terbaik versi ABLA,” Richard S. Wellins PhD, Senior Vice President Development Dimensions International, salah satu juri ABLA, menutup penjelasannya. @rils
0 comments:
Post a Comment