LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta optimis, kerja sama dengan Waze, salah satu layanan navigasi berbasis pengguna milik Google dapat mengatasi masalah lalu lintas di ibu kota.
“Saya pikir, (Jakarta) bisa diuntungkan, ya. Ada 10 kota di dunia yang kerja sama dengan mereka. Jadi kalau 10 kota, kita bisa saling dapat informasi. Minimal, kita enggak perlu bangun ITS (Intelligent Traffic System) yang bertriliun-triliun,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jakarta, Basuki Tjahja Purnama usai bertemu Manajer Program Waze, Paige Fitzgeral di balai kota, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2014).
Baca juga: Dishub dilarang kawal Gubernur Walikota/ Bupati wilayah Jakarta dan Dishub razia kendaraan umum tak layak dan bikin ruwet Jakarta
Selain menghemat anggaran dalam mengatasi kemacetan di Jakata, kata Ahok –sapaan akrabnya– bahwa kerja sama ini juga melibatkan banyak orang. “Semakin banyak orang terlibat, akan semakin data itu akurat,” jelas dia.
Jakarta rupanya dibidik Google untuk menjadi salah satu kota pintar (smart city) di bidang lalu lintas. Hal ini diungkapkan Manajer Program Waze Paige Fitzgeral usai bertemu dengan Pelaksana Gubernur Jakarta Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama, hari ini. Waze adalah layanan navigasi berbasis pengguna, yang sudah diakuisi Google pada 2013.
Di kesempatan sama, Fitzgeral yang didampingi rekannya, Fej Shmuelevitz, mengatakan, informasi yang diterima dari Pemprov DKI dalam program ini, seperti kondisi lalu lintas, kecelakaan lalu lintas, dan aktivitas pemerintah yang akan diinformasikan kepada masyarakat melalui aplikasi Waze. Sehingga, kemacetan dapat dikurangi.
“Dengan mengaktifkan Waze, pengguna bisa mendapatkan data kondisi lalu lintas secara aktual,” jelas dia.
Selain itu, kata dia, pengguna Waze pun bisa memberikan informasi tentang penyebab sumbatan jalan atau kemacetan. Sehingga, pengguna lain bisa melalui rute alternatif, agar tak terjebak macet.
Fitzgeral mengklaim, fitur “sumbang info” tersebut adalah kelebihan Waze dibanding aplikasi serupa lainnya, termasuk Google Maps. Pasalnya, selain warna sebagai indikasi kemacetan, pengguna Waze juga bisa mendeteksi kecepatan kendaraan yang menggunakan Waze di daerah tersebut. @fatah_sidik
0 comments:
Post a Comment