Thursday, November 6, 2014

Klaim gudang ternak, Jatim malah impor sapi Australia

Klaim gudang ternak, Jatim malah impor sapi Australia




LENSAINDONESIA.COM: Jawa Timur yang selama ini dikenal sebagai gudangnya ternak sapi rupanya mulai kekurangan stok. Ini diketahui dari upaya Pemprov Jatim mendatangkan sapi perah impor asal Australia sebanyak 245 ekor.


Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim, Akhmad Sukardi mengatakan, impor sapi ini bertujuan untuk meningkatkan kebutuhan susu di Jatim.


Baca juga: Lagi, data Dinas Peternakan Jatim berbeda dengan kenyataan dan Kepala Dinas Peternakan Jatim sengaja bohong soal sapi impor


“Ini penting karena kebutuhan konsumsi susu masyarakat terus meningkat dan Jatim merupakan salah satu pemasok susu terbesar secara nasional,” katanya usai meninjau kedatangan sapi impor Australia di Lanud Juanda Sidoarjo, Kamis (06/11/2014).


Jatim, lanjut Sukardi, akan terus berusaha meningkatkan produksi susu, sehingga Jatim bisa menjadi pemasok susu terbesar. Selain itu, cara ini dilakukan juga untuk meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah, sebab harga susu per liter di petani hanya Rp 4.500, padahal kualitas susu di Jatim termasuk yang terbaik.


Sebanyak 245 ekor sapi tersebut akan dibagikan kepada kelompok peternak dibawah pengawasan Dinas Peternakan. Pembagian sapi perah juga akan diprioritaskan di daerah potensial pengembangan yang berhawa dingin.


“Pembagian sapi perah impor ini akan diutamakan di daerah-daerah dingin, karena daerah asal sapi ini beriklim dingin. Dengan demikian sapi-sapi itu nantinya akan mudah beradaptasi,” imbuhnya.


Pihaknya berharap, dengan diberikannnya bantuan sapi perah impor para peternak sapi perah akan semakin sejahtera. Untuk target produksi susu akan bisa menghasilkan yang lebih banyak mencapai 20 liter per hari, dibanding sapi lokal yang hanya 8 liter per hari, masa produksinya juga lebih lama.


“Dengan produksi lebih banyak dan masa produksi lebih lama, diharapkan petani bisa mendapatkan harga lebih tinggi dan cakupan penjualan susunya lebih luas,” harapnya.


Ditambahkan, Kepala Dinas Peternakan Jatim Maskur menjelaskan, bahwa setiap tahun selalu diusulkan anggaran untuk menambah populasi sapi perah. Dan tahun ini akan didatangkan sebanyak 490 ekor sapi perah.


Maskur menilai, Jatim idealnya memiliki 26 ribu ekor sapi perah dan dana yang dibutuhkan sekitar Rp1 triliun. Dengan estimasi perhitungan produksi susu sapi perah impor 20 liter, kekurangan 520 ribu ton susu per hari akan tercukupi.


“Kita sudah targetkan selama beberapa tahun terakhir ini agar mampu memenuhi target, pada tahun 2014 sudah mencapai 4.500 ekor sapi,” tambahnya.


Untuk para peternak yang mendapatkan bibit sapi ini disebut tidak akan rugi. “Jika peliharaannya baik, maka petani bisa mendapatkan hasil susu maksimal dan sapi perah itu bisa berkembang secara optimal,” pungkasnya.@sarifa


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment