LENSAINDONESIA.COM: Warga Sidoarjo, Jawa Timur, khususnya di Desa Kedung Cangkring, Sidoarjo masih terus menggunjing Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrowi, yang pernah tinggal di desa itu.
Tidak ada yang menyangka Imam Nachrowi yang pernah diombang-abing perpecahan PKB lantaran dirinya sebagai pimpinan PKB Jawa Timur sangat loyal terhadap kepemimpinan Muhaimin, kemudian menjadi Sekjen PKB, dan kini dipilih Presiden Joko Widodo menjadi Menpora. Saking gembiranya, Imam Nachrowi saat pulang kampung didoakan agar bisa menjalankan tugas yang diberikan Presiden Jokowi dengan penuh amanah.
Baca juga: PKB tetap yakin para kyai dan modin dukung Jokowi-JK dan Sekjen PKB dicap politisi tak bermoral
“Imam Nahrowi tipe politikus muda pejuang sejati, punya integritas tinggi, tangguh dan amanah. Sehingga, dia dipercaya mendampingi Cak Imin dan sekarang dipilih Presiden Jokowi untuk jadi menteri,” kata Sholihin Hidayat, wartawan senior Jawa Timur, yang mantan Pemred Jawa Pos. Sholihin mengetahui sepak terang perjalanan politik Menpora Imam Nachrowi, apalagi Imam Nahrowi pernah tinggal satu kota dengannya di Sidoarjo.
Sholihin yang sudah setahun ini terserang stroke, namun bisa bicara lancar ini, mengatakan sangat tepat Presiden Joko Widodo memilih Imam Nachrowi yang politikus muda PKB itu sebagai Menpora di “Kabinet Kerja”. “Cak Imin juga tepat menyodorkan kader PKB Imam Nahrowi untuk dipilih Presiden Jokowi,” kata teman seangkatan di IAIN Sunan Ampel, Surabaya dengan KH Ali Maschan Moesha, Wakil Ketua Dewan Syura DPP PKB, Selasa (5/11/2014).
Sholihin optimistis Imam Nahrowi mampu memimpin Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk memajukan kepemudaan dan olahraga di tanah air. Karena gaya kepemimpinan Nachrowi, menurutnya, bukan tipe pemimpin top down, namun sebaliknya cenderung merakyat, dan gigih serta tangguh. Terbukti, dia bisa mendampingi kepemimpinan Cak Imin membangkitkan PKB.
Nahrowi yang saat usia muda sangat matang dan berpengalaman dalam mengelola organisasi kepemudaan di lingkungan warga Nahdliyin maupun di PMII, menurut Sholihin, membuatnya kini menjadi politikus sangat profesional. Sehingga, tidak sulit baginya mengembangkan prestasi kepemudaan dan dunia olahraga tanah air lebih baik. Apalagi, Imam Nahrowi juga punya kesamaan tipe pemimpin yang merakyat seperti Presiden Jokowi. “Saya yakin dia akan mampu mengembangkan prestasi kepemudaan dan olahraga, termasuk organisasi olahraga seperti PSSI lebih baik,” kata Sholihin, yang sempat dijadikan komisaris Bulog, Menteri BUMN semasa dijabat dahlan Iskan.
Penilaian Sholihin bahwa Imam Nachrowi merakyat tidak berlebihan. Terbukti, dia saat pulang kampung di Desa Kedung Cangkring, akhir pekan lalu, sempat bermain bola voli dengan pemuda-pemuda di kampung kelahiran isterinya itu. Bahkan, dia saat bermain voli itu juga tidak menghilangkan kebiasaannya sewaku masih menjadi santri, lengket dengan sarung. Dia main voli pakai sarung dan kaos.
Sebelumnya, saat tiba di kampung halaman istrinya yang pernah ditinggali itu, Imam Nahrawi disambut seluruh kerabat, keluarga dan tetangganya. Dia juga sempat diarak naik kuda khas Sidoarjo dari jalan raya menuju rumahnya yang berjarak sekitar 50 meter.
“Alhamdulillah. Tujuan saya untuk bersilaturahmi ke Umik (Ibu,red). Saya juga berziarah ke makam Abah. Mumpung libur, saya sempatkan ke sini,” kata Imam Nachrowi, Sabtu (1//11/2014). Dia pulang kampung untuk mohon restu, menjalankan amanah yang diberikan Presiden Jokowi dalam melaksanakan tugas membawa pemuda dan olahraga menjadi lebih baik lagi.
Imam Nahrawi bersama istrinya Shohibah Rohmah, dan dua putrinya ke makam bapak mertuanya di pemakaman desa setempat. Dia berboncengan naik motor bersama putrinya. Kemudian, Imam dan istri serta anaknya melanjutkan ke Bangkalan, Madura, di kampung halaman kedua orangtua kandungnya. @angga
0 comments:
Post a Comment