LENSAINDONESIA.COM: Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko mendampingi Presiden RI Ir. Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi pameran industri alat pertahanan Indo Defence 2014 Expo dan Forum, di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (7/11/2014).
Pameran industri pertahanan berskala internasional ini berlangsung sejak 5 sampai 8 November 2014, diikuti 56 negara yang mengirimkan delegasi resminya untuk menyaksikan pameran yang bertajuk “World Defence Technology”.
Baca juga: Ruhut kritik anggota DPR masih 'nyinyir' soal Jokowi beri KIP & KIS dan Panglima TNI & 25 Panglima AB Asia-Pasifik bahas isu keamanan global
Disamping itu, terdapat 700 stand perusahaan baik dari dalam dan luar negeri yang memamerkan produk-produk peralatan pertahanan dan keamanan dengan teknologi terkini.
Presiden Joko Widodo blusukan di ruang pameran itu, selain diikuti Panglima TNI, juga Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, dan Kapolri.
Presiden mengatakan, pameran tersebut dapat dikembangkan untuk melakukan transfer teknologi. “Transfer teknologi kalau dilakukan dengan semua negara, saya kira akan lebih baik, karena tidak ada ketergantungan dengan satu negara,” kata Presiden Jokowi usai mengunjungi pameran di Jakarta, Jumat, Jakarta (711/14).
Menurut Jokowi, kerja sama produksi Alutsista banyak yang bisa dilakukan, seperti yang sudah dilakukan bersama Korea Selatan dalam membangun pesawat tempur dan kapal selam.
Presiden mengatakan, anggaran pertahanan akan dinaikkan tiga kali lipat jika ekonomi Indonesia tumbuh di atas 7 persen.
“Kalau penerimaan negara semakin melonjak, akan dipakai sebagian untuk kepentingan pertahanan Indonesia,” kata Jokowi.
Selain Panglima TNI, Presiden juga didampingi Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Kapolri Jenderal Pol Soetarman, dan Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo.
Menteri Pertahanan menjelaskan, prioritas pertahanan Indonesia pada periode pemerintahan Jokowi adalah di bidang maritim, mengingat wilayah laut Indonesia cukup luas.
“Prioritas utama mengamankan laut dan membuat pertahanan laut. Ini kekuatan Indonesia dan harus dijaga,” kata Menteri.
Diketahui, anggaran pertahanan pada masa pemerintahan SBY sekitar 0,8 dari total APBN, atau mencapai RP83 triliun. Pemerintahan Presiden Jokowi berencana menaikan dari total APBN menjadi 1,5 persen. @yuanto
Foto-foto:
Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bernardus Robert
0 comments:
Post a Comment