Sunday, November 9, 2014

Sembilan wilayah di Jatim terancam pemadaman bergilir

Sembilan wilayah di Jatim terancam pemadaman bergilir




LENSAINDONESIA.COM: Sembilan wilayah di area PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur terancam mengalami pemadaman listrik bergilir.


Manajer Area Pengaturan Beban (APB) Jawa Timur, Bambang Warsono mengatakan, pemadaman ini karena kondisi Gardu Induk (GI) yang terpasang di wilayah kerjanya kelebihan beban.


Baca juga: PLN Jatim prediksi peningkatan listrik 10 persen pada 2015 dan Hari Listrik Nasional, PLN Jatim target pelayanan bebas calo


“Selain itu, upaya kami melakukan pembangunan GI baru di lokasi tersebut juga belum terealisasi,” katanya di Surabaya, Minggu (09/11/2014).


Ia menyatakan, keseluruhan titik yang terancam terjadinya pemadaman bergilir hingga dua tahun mendatang seperti Surabaya dan Sidoarjo. Kemudian, di Bangkalan, Sampang, Sumenep, Pamekasan, Wlingi Blitar, Tulungagung, dan Jombang.


“Padahal dengan membangun GI baru itu, kami yakin bisa menjadi solusi tersendiri. Akan tetapi hal itu masih terkendala penolakan masyarakat,” katanya.


Ia mencontohkan, di Surabaya Selatan misalnya, GI Waru, Rungkut, Sukolilo, Ngagel, dan GI Sampang bebannya sudah mencapai 70 persen. Pada dua tahun mendatang, jika pembangunan GI di sekitar Juanda masih belum bisa terealisasi maka dipastikan daerah tersebut akan mengalami pemadaman bergilir.


“Kemudian di Madura dan seluruhnya akan mengalami hal yang sama karena GI Tandes, GI Perak, GI Ujung, dan GI Kenjeran bebannya sudah mencapai 67 persen,” katanya.


Sementara, tambah dia, lokasi terparah berada di Jombang. Pihaknya memperkirakan satu tahun mendatang akan terjadi kemadaman bergilir jika pembangunan GI dan SUTT 150 KV di Jombang tidak bisa terealisasi.


“Penyebabnya beban GI Kertosono ke GI Ploso sudah mencapai 80 persen,” katanya.


Ia menyebutkan, banyaknya GI dan travo yang mendekati maksimal ini disebabkan karena kenaikan konsumsi listrik masyarakat Jatim. Akibatnya, cadangan kapasitas yang dibangun pada awal semakin minim. Bahkan, butuh adanya investasi dengan membangun instalasi baru.


“Bila dipaksakan, maka jaringan kabel GI akan putus. Dan kalau trafo juga dipaksakan, ya trafo juga akan meledak,” katanya.


Meski begitu, lanjut dia, kini GI yang bebannya sudah mendekati maksimal mencapai 20 persen dari total 140 GI yang ada di Jatim. Lalu jumlah trafo yang bebannya sudah melebihi 60 persen, angkanya 50 persen dari total jumlah trafo di seluruh Jatim yang mencapai lebih dari 300 trafo.@ridwan_LICOM


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment