LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, berharap pembahasan Rancangan Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (RAPBD) 2015 di tingkat legislatif bisa diselesaikan sebelum akhir November 2014.
Bupati Tulungagung Syahri Mulyo mengakui, bahwa pembahasan RAPBD Tulungagung periode tahun anggaran 2015 memang mengalami sedikit keterlambatan.
Baca juga: Warga tolak pembangunan dermaga penyeberangan Sungai Brantas dan Anti kekerasan, Bupati Tulungagung tolak deklarasi FPI
“Informasi yang kami dengar dari teman-teman dewan, katanya pembahasan RAPBD ini bisa diselesaikan maksimal akhir November ini. Coba wartawan konfirmasikan lagi hal ini ke pimpinan DPRD, benar apa tidak,” kata Syahri, Selasa (04/11/2014).
Pada tahun-tahun sebelumnya, kata dia, memasuki bulan November pembahasan RAPBD biasanya telah memasuki masa akhir, sehingga tinggal menunggu persetujuan dalam sidang paripurna.
Namun tahun ini diakuinya sedikit berbeda, dengan alasan keanggotaan dewan mengalami siklus lima tahunan, yakni pergantian keanggotaan pasca pemilu legislatif.
“Ya kami maklumi itu, karena setelah pelantikan kemarin dewan masih harus menyusun formasi pimpinan, pembahasan tata tertib hingga pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD) DPRD. Semua itu sudah bisa diselesaikan, sehingga sekarang kami harap mereka bisa fokus pada (pembahasan) RAPBD,” harap Syahri.
Hal senada disampaikan Ketua DPRD Tulungagung Supriyono yang mengisyaratkan pembahasan RAPBD 2015 akan mereka kebut, sehingga target waktu akhir November bisa terkejar.
“Kami berharap begitu mengingat semua tahapan penyusunan alat kelengkapan dewan sudah selesai, sehingga tidak ada kendala lagi,” ujarnya.
Namun saat ditanya draf RAPBD dimaksud, Supriyono mengaku pihak sekretariat dewan sejauh ini belum menerimanya. “Mungkin dalam waktu dekat,” tutur dia.
Pihak pemkab sendiri saat dikonfirmasi mengenai besaran RAPBD yang akan diajukan ke DPRD belum bisa menentukan nilainya secara spesifik. Bupati Syahri Mulyo dan Wakil Bupati Maryoto Bhirowo sempat terlihat saling mengklarifikasi nilai RAPBD Tulungagung 2015, karena besaran bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sampai saat ini belum turun.
“Perkiraannya sekitar Rp2 triliun kurang sedikit. Kami belum bisa menyebut nilai spesifik untuk RAPBD ini karena bantuan keuangan dari provinsi belum pasti jumlahnya,” kilah Syahri.@ridwan_LICOM/ant
0 comments:
Post a Comment