Tuesday, November 4, 2014

Teliti HIV-Hepatitis C Virus, Henny Saraswati dipromosikan Doktor UI

Teliti HIV-Hepatitis C Virus, Henny Saraswati dipromosikan Doktor UI




LENSAINDONESIA.COM: Henny Saraswati, SSi, M Biomed dipromosikan menjadi Doktor dalam Ilmu Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Rabu pagi ini (5/11/14) Pukul 10.00 WIB.


Henny berhasil mempertanggungjawabkan disertasinya berjudul “Karakterisasi Profil Imunologi Penderita Sindrom Pulih Imun Hepatitis C pada Pasien Koinfeksi HIV dan HCV yang Memulai Terapi Antiretroviral: Deteksi Respon Sel T dan Fungsi Toll-like Receptor (TLR) 7/8 dan 9 pada Sel Dendritik”.


Baca juga: UI tabur pesona kontes kapal cepat tak berawak nasional dan Era masyarakat bisnis diseminarkan di Fak Teknik UI


Promosi Henny dilangsungkan di Fakultas Kedoktean UI Kampus Salemba, Ruang Senat Akademik Fakultas, Lantai 2.


Henny mencermati penderita HIV/AIDS semakin meningkat dari tahun ke tahun. Akhir 2012, World Health Organization (WHO) dan UNAIDS memperkirakan terdapat sekitar 35,3 juta orang dengan HIV. Sekitar 1,6 juta orang diantaranya meninggal akibat penyakit ini.


Penderita HIV/AIDS ini umumnya juga menderita penyakit penyerta Hepatitis C virus (HCV) ditularkan melalui jarum suntik, jalur yang sama dengan penularan penyakit HIV. Sehingga dapat dimengerti apabila banyak penderita HIV juga menderita penyakit HCV.


Penelitian sindrom pulih imun HCV belum banyak dilakukan di Indonesia. Sampai saat, ini penyebab sindrom pulih imun HCV belum banyak diketahui. Henny tergerak karena alasan perlu dilakukan penelitian untuk membedakan sindrom ini dengan penyakit yang disebabkan oleh patogen atau dengan keracunan obat.


Menurut Henny, terapi antiretroviral (Antiretroviral Therapy, ART) diberikan kepada penderita HIV/AIDS untuk menghambat replikasi virus, meningkatkan jumlah sel T CD4+dan memberikan kualitas hidup yang lebih baik.


Namun, lanjut Henny, sebagian penderita HIV/AIDS yang mendapatkan ART mengalami perburukan kondisi kliniskarena reaksi peradangan. Kondisi ini terjadi sebagai akibat dari pulihnya respon imun spesifik terhadap infeksi oportunistik seperti TB (tuberkulosis), CMV, atau patogen lain yang dialami penderita sebelum mendapatkan ART. Reaksi ini sering disebut sebagai Immune Restoration Disease (IRD), Immune Reconstitution Inflammatory Syndrome (IRIS) atau sindrom pulih imun.


Penelitian ini, dijelaskan Henny, bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah respon sel T dan fungsi sel dendritik (sel mDC dan pDC) pada pasien dengan sindrom pulih imun HCV.


Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa persentase sel mDC dan pDC yang menghasilkan IL-12 dan IFNα setelah stimulasi dengan ligan TLR7/8 dan 9 tidak berbeda secara signifikan antara pasien dengan sindrom dibandingkan dengan pasien tanpa sindrom pulih imun HCV.


“Akan tetapi terdapat kecenderungan respon sel mDC lebih tinggi pada pasien tanpa sindrom pulih imun HCV,” papar Henny sebagaimana disampaikan Kepala Kantor Komunikasi Dra.Farida Haryoko, M.Psi lewat surat undangan elektroniknya kepada LICOM. @licom


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment